Jreng! RI Mau Ajak Negara Tetangga Ramai-ramai Tinggalkan AS

Dunia Menuju Dedolarisasi, Ini 5 Calon Mata Uang Penggantinya

Pemerintah Indonesia akan mendorong masyarakat ASEAN meninggalkan dolar Amerika Serikat sebagai alat transaksi. Rencananya, ajakan ini akan diserukan dalam pertemuan KTT ASEAN yang digelar pada 9-11 Mei 2023.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk merealisasikan itu, maka pemerintah akan mendorong negara-negara ASEAN bertransaksi menggunakan mata uang lokal, melalui alat pembayaran digital.

“Negara ASEAN kan ada 10, kita piloting di 5, sehingga kebutuhan terhadap dolar akan lebih rendah terutama untuk digital economy,” ujarnya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Total sudah ada 5 negara ASEAN yang berkomitmen melakukan transaksi digital tanpa dolar, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Philipina, dan Indonesia. Transaksi itu melalui sistem seperti QR Indonesia Standard atau QRIS.

“Bertahap lah habis 5 baru, kan ASEAN ada 10 negara, tapi kan sekarang yang hadir KTT ASEAN 8, karena Thailand pemilunya dekat, 14 Mei kalau enggak salah, kemudian Myanmar tidak diundang,” ujarnya.

Kampanye Mobil Listrik

Selama KTT ASEAN, Indonesia juga akan mendorong negara-negara anggotanya memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik atau EV.

Sebab, Airlangga menambahkan, negara-negara ASEAN memiliki bahan baku yang besar untuk memproduksinya.

“Ekosistem itu harus di ASEAN. Kita kan 2 produsen EV di ASEAN, ada Thailand dan Indonesia, tapi yang punya baterai hanya Indonesia,” ucapnya.

“Dari ekosistem itu kita akan bangun, siapa yang punya bahan baku lagi di luar Indonesia, Filipina ada juga, jadi ini yang akan kita bangun bersama,” tegas Airlangga.

500 Pertemuan

Sementara itu, dijadwalkan bakal ada 500 pertemuan hingga jelang puncak KTT ASEAN di Indonesia, yang akan digelar di tiga daerah di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan jajaran menterinya untuk merampungkan seluruh persiapan penyelenggaraan KTT ASEAN hari ini. Sudah 90% lebih persiapan selesai dilakukan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai rapat dengan Presiden Jokowi mengatakan, seluruh detail persiapan sudah hampir rampung, mulai dari infrastruktur hingga keamanan. Sedangkan substansi acara telah berjalan dengan rapat-rapat tingkat awal.

“Baru saja memang pertemuan ratas dan mengecek semuanya secara detail termasuk urusan terkait pengamanan infrastruktur dan sebagainya yang intinya on the right track,” kata Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Terkait pertemuan yang digelar diantara 10 negara anggota ASEAN kata dia sudah terlaksana 193 dari total 500 pertemuan. Terdiri dari pertemuan 3 pilar, terkait politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial dan budaya.

“Pilar politik keamanan di Labuan Bajo tanggal 9, pilar ekonomi di Jakarta tanggal 7 Mei dan pilar sosial budaya di Bali pada 9 Mei. Hasil pertemuan ini akan dibawa ke KTT,” tegasnya.

Dalam acara puncak atau KTT ASEAN sendiri, kata dia akan langsung dilakukan Presiden Jokowi dan para petinggi negara lainnya sebanyak 8 pertemuan. Di dalamnya akan membahas soal ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Maka ada pengembangan ekosistem EV, dan ada penggunaan transaksi dengan menggunakan local currency dan segala macam. Intinya memperkuat resiliensi ekonomi sebagai epicentrum of growth, semua dokumen sedang dinegosiasikan saat ini,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*